Mata Panda Tak Selalu karena Kurang Tidur, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kesehatan51 Views

Mata Panda Tak Selalu karena Kurang Tidur, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya Mata panda atau lingkaran gelap di bawah mata sering dikaitkan dengan kebiasaan begadang. Ketika seseorang terlihat mempunyai area kehitaman di bawah kedua mata, komentar mengenai kurang tidur biasanya menjadi dugaan pertama. Padahal, penyebabnya jauh lebih beragam dan tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan tidur lebih lama.

Cleveland Clinic menjelaskan lingkaran gelap di bawah mata dapat dipengaruhi usia, faktor keturunan, alergi, kurang tidur, dehidrasi, dermatitis, kebiasaan menggosok mata, paparan matahari, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, hingga perubahan struktur kulit di sekitar mata. Kondisi ini umumnya merupakan persoalan penampilan dan jarang menjadi tanda penyakit serius.

Warna lingkaran juga tidak selalu terlihat sama pada setiap orang. Area tersebut dapat tampak kebiruan, keunguan, cokelat, atau mendekati hitam bergantung pada warna alami kulit, pembuluh darah, jumlah pigmen, serta struktur jaringan di bawah mata. Karena penyebabnya berbeda, cara mengatasinya juga perlu disesuaikan.

Mata Panda Sebenarnya Bukan Satu Kondisi yang Sama

Istilah mata panda digunakan masyarakat untuk menggambarkan area bawah mata yang terlihat lebih gelap dibandingkan kulit di sekitarnya. Dalam pembahasan medis dan dermatologi, kondisi tersebut sering disebut dark circles atau periorbital hyperpigmentation.

Namun, warna gelap yang terlihat belum tentu seluruhnya berasal dari pigmen.

Tinjauan medis mengenai perubahan warna di sekitar mata membagi penyebabnya ke beberapa kelompok, antara lain pigmentasi, pembuluh darah yang lebih terlihat, perubahan struktur jaringan, bayangan akibat cekungan bawah mata, serta pigmentasi setelah peradangan.

Karena itu, dua orang yang sama sama mempunyai mata panda belum tentu membutuhkan perawatan yang sama.

Seseorang mungkin mempunyai peningkatan melanin. Orang lain mempunyai kulit bawah mata sangat tipis sehingga pembuluh darah terlihat. Pada orang berikutnya, masalah utama justru cekungan yang membentuk bayangan.

Inilah alasan produk yang efektif pada satu orang belum tentu memberikan hasil serupa kepada orang lain.

Kurang Tidur Bisa Membuat Lingkaran Lebih Terlihat

Kurang tidur memang termasuk penyebab yang cukup sering memperjelas mata panda.

Ketika kualitas tidur buruk, kulit dapat terlihat lebih pucat sehingga pembuluh darah di bawah kulit tipis sekitar mata semakin mudah terlihat. Cleveland Clinic memasukkan pola tidur yang buruk sebagai salah satu faktor yang dapat memperjelas lingkaran hitam.

Kurang tidur juga dapat membuat area sekitar mata terlihat lebih lelah dan bengkak.

Pada sebagian orang, cairan terkumpul di bawah mata setelah bangun tidur sehingga terbentuk kantung. Bayangan dari kantung tersebut kemudian membuat bagian bawahnya terlihat lebih gelap.

Mayo Clinic menyebut kurang tidur dan penumpukan cairan sebagai faktor yang dapat memperburuk kantung bawah mata.

Memperbaiki waktu tidur karena itu dapat membantu terutama bila perubahan warna muncul bersamaan dengan kelelahan dan pembengkakan.

Namun, tidur cukup tidak selalu menghilangkan mata panda yang berasal dari keturunan, pigmentasi, atau struktur wajah.

“Menurut penulis, mata panda sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai bukti seseorang suka begadang. Penampilan bawah mata dapat dipengaruhi banyak faktor yang bahkan sudah dimiliki seseorang sejak muda.”

Faktor Keturunan Bisa Membuat Mata Panda Sulit Hilang

Sebagian orang sudah mempunyai area bawah mata gelap sejak usia muda meskipun tidur cukup.

Faktor keturunan menjadi salah satu penyebab yang diketahui dapat berperan. Cleveland Clinic mencatat lingkaran bawah mata dapat ditemukan lebih sering pada orang yang mempunyai riwayat serupa dalam keluarga.

Struktur wajah juga dapat diwariskan.

Seseorang dapat mempunyai cekungan bawah mata yang cukup dalam sehingga cahaya membentuk bayangan. Orang lain mempunyai kulit yang secara alami tipis atau pigmentasi lebih tinggi pada area sekitar mata.

Dalam keadaan seperti ini, perubahan pola tidur mungkin memperbaiki penampilan ketika sedang lelah, tetapi tidak selalu menghapus warna gelap secara penuh.

Perawatan perlu diarahkan berdasarkan penyebab dominan.

Bila masalah utamanya pigmentasi, pendekatannya berbeda dengan mata panda yang muncul akibat kehilangan volume jaringan.

Usia Membuat Kulit Bawah Mata Semakin Tipis

Lingkaran bawah mata dapat semakin terlihat seiring bertambahnya usia.

Kulit di sekitar mata memang termasuk bagian kulit yang tipis. Ketika seseorang bertambah tua, jaringan tersebut dapat semakin menipis dan kehilangan elastisitas.

Pembuluh darah kemudian lebih mudah terlihat dari permukaan.

Cleveland Clinic juga menjelaskan area yang disebut tear trough dapat semakin terbentuk. Cekungan tersebut menimbulkan bayangan sehingga bagian bawah mata tampak lebih gelap meskipun warna kulit sebenarnya tidak berubah terlalu banyak.

Pada saat bersamaan, jaringan penyangga kelopak mata dapat melemah.

Mayo Clinic menjelaskan lemak yang sebelumnya membantu menopang mata dapat bergerak menuju kelopak bawah, sedangkan cairan dapat terkumpul di area tersebut. Kombinasi ini membuat kantung dan bayangan semakin jelas.

Itulah sebabnya sebagian orang baru merasa mempunyai mata panda ketika memasuki usia tertentu.

Alergi Bisa Membuat Bawah Mata Terlihat Gelap

Alergi merupakan penyebab lain yang sering tidak disadari.

Pada seseorang dengan rhinitis alergi, hidung dapat mengalami penyumbatan. Cleveland Clinic menjelaskan kondisi tersebut dapat memperlambat aliran darah pada pembuluh vena di sekitar mata sehingga pembuluh menjadi lebih menonjol. Area bawah mata kemudian terlihat gelap dan kadang sedikit bengkak. Kondisi ini dikenal sebagai allergic shiners.

Gejala lain biasanya ikut muncul.

Seseorang mungkin mengalami hidung tersumbat, bersin, hidung gatal, mata berair, atau mata terasa gatal.

Masalah dapat semakin terlihat apabila rasa gatal membuat seseorang terus menggosok mata.

Gesekan berulang dapat menyebabkan pembengkakan dan iritasi. Cleveland Clinic juga mencatat kebiasaan menggosok atau menggaruk mata dapat membuat pembuluh darah kecil lebih mudah terlihat atau mengalami cedera.

Pada kondisi seperti ini, mengatasi alergi dapat lebih berguna dibandingkan hanya menggunakan kosmetik pada bawah mata.

Paparan Matahari Dapat Memperjelas Pigmentasi

Mata panda yang terlihat kecokelatan dapat berkaitan dengan peningkatan pigmen.

Paparan sinar matahari merangsang tubuh menghasilkan lebih banyak melanin. Pigmen inilah yang memberi warna pada kulit.

Cleveland Clinic menyebut paparan matahari berlebihan dapat meningkatkan hiperpigmentasi pada area bawah mata. Lembaga tersebut juga menyarankan penggunaan perlindungan matahari dan kacamata sebagai bagian dari upaya mengurangi lingkaran gelap.

Area sekitar mata perlu diperlakukan dengan hati hati karena kulitnya sensitif.

Tabir surya yang digunakan sebaiknya sesuai untuk wajah dan tidak menimbulkan rasa perih pada mata. Kacamata hitam juga dapat membantu mengurangi paparan langsung sekaligus mengurangi kebiasaan menyipitkan mata ketika berada di bawah cahaya terang.

Perlindungan dari matahari menjadi semakin penting pada orang yang mudah mengalami hiperpigmentasi setelah iritasi.

Dermatitis Bisa Meninggalkan Warna Gelap

Eksim dan dermatitis kontak juga dapat berhubungan dengan lingkaran di sekitar mata.

Peradangan membuat kulit menjadi merah, gatal, kering, atau terasa tidak nyaman. Setelah peradangan mereda, sebagian orang dapat mengalami perubahan warna yang bertahan lebih lama.

Tinjauan mengenai periorbital hyperpigmentation memasukkan dermatitis atopik dan dermatitis kontak sebagai faktor yang dapat menyebabkan pigmentasi setelah peradangan.

Produk kosmetik dapat menjadi salah satu pemicu pada orang yang sensitif.

Krim mata, riasan, pembersih wajah, pewangi, produk rambut, bahkan cat kuku yang tersentuh ke area mata dapat memicu reaksi pada orang tertentu.

Apabila mata panda disertai gatal, kulit mengelupas, kemerahan, atau rasa terbakar, menambah lebih banyak produk pencerah bukan pilihan yang bijak.

Penyebab iritasi perlu dicari terlebih dahulu.

Dehidrasi Bisa Membuat Area Bawah Mata Terlihat Kusam

Kurang cairan juga dapat membuat area bawah mata terlihat lebih kusam.

Cleveland Clinic memasukkan dehidrasi sebagai salah satu keadaan yang dapat memperjelas lingkaran gelap. Ketika tubuh kekurangan cairan, kulit bawah mata dapat terlihat lebih cekung atau kurang segar.

Namun, minum air dalam jumlah sangat besar bukan terapi khusus untuk seluruh jenis mata panda.

Memenuhi kebutuhan cairan membantu menjaga kondisi tubuh dan kulit, tetapi tidak dapat menghilangkan pigmentasi genetik atau memperbaiki cekungan struktur wajah.

Pendekatan yang lebih masuk akal adalah menjaga asupan cairan sesuai kebutuhan tubuh sepanjang hari.

Warna urine, aktivitas, suhu lingkungan, kondisi kesehatan, serta konsumsi makanan ikut memengaruhi kebutuhan cairan setiap orang.

Kompres Dingin Bisa Membantu Mata yang Bengkak

Salah satu cara rumahan yang relatif sederhana adalah kompres dingin.

Mayo Clinic menyarankan kain bersih yang dibasahi air dingin ditempelkan dengan tekanan ringan selama beberapa menit pada area bawah dan sekitar mata untuk membantu mengurangi pembengkakan.

Cleveland Clinic juga menyebut suhu dingin dapat membantu mengecilkan pembuluh darah yang melebar sehingga kantung dan lingkaran gelap tertentu terlihat berkurang sementara.

Kompres tidak perlu dibuat sangat dingin.

Es sebaiknya tidak ditempelkan langsung dalam waktu lama ke kulit tipis di sekitar mata karena dapat menyebabkan iritasi.

Kain dingin yang bersih sudah cukup untuk digunakan beberapa menit.

Cara ini paling mungkin membantu bila mata panda disertai pembengkakan. Efeknya tentu lebih terbatas pada kondisi yang disebabkan pigmentasi atau struktur tulang.

Posisi Tidur Dapat Membantu Mengurangi Kantung

Bila area bawah mata terlihat lebih bengkak saat bangun, posisi kepala saat tidur dapat diperhatikan.

Mayo Clinic menyarankan meninggikan kepala sedikit menggunakan bantal tambahan untuk membantu mengurangi penumpukan cairan di sekitar mata selama tidur.

Asupan garam juga dapat diperhatikan.

Makanan dengan kandungan garam tinggi dapat meningkatkan retensi cairan pada sebagian orang sehingga kantung mata terlihat lebih jelas, terutama pada pagi hari. Mayo Clinic menyarankan mengurangi garam bila pembengkakan menjadi keluhan.

Namun, perubahan ini tidak harus dilakukan secara ekstrem.

Tujuannya bukan menghilangkan garam sepenuhnya, melainkan menjaga konsumsi tetap wajar sebagai bagian dari pola makan sehari hari.

Berhenti Merokok Ikut Membantu Menjaga Kulit

Merokok mempercepat perubahan pada kulit.

Cleveland Clinic mencatat merokok dapat mempercepat proses penuaan kulit dan termasuk faktor yang dapat memperjelas lingkaran bawah mata.

Mayo Clinic juga memasukkan merokok sebagai salah satu faktor yang memperburuk kantung bawah mata.

Berhenti merokok tentu mempunyai manfaat kesehatan yang jauh lebih luas daripada persoalan penampilan sekitar mata.

Mengurangi konsumsi alkohol berlebihan juga dapat membantu menjaga kondisi kulit dan sirkulasi.

Perubahan gaya hidup semacam ini membutuhkan waktu sebelum hasilnya terlihat pada penampilan.

Krim Mata Tidak Selalu Memberikan Hasil yang Sama

Pasar kosmetik menawarkan banyak krim yang menjanjikan bawah mata lebih cerah.

Sebagian bahan memang digunakan dalam perawatan pigmentasi. Namun, efektivitasnya bergantung pada penyebab serta formulasi.

Tinjauan sistematis mengenai periorbital hyperpigmentation menunjukkan pendekatan topikal dapat membantu terutama pada masalah berbasis pigmentasi. Namun, hasil antarproduk dan penelitian tidak selalu sama.

Masalahnya, area mata sangat sensitif.

Bahan aktif yang terlalu kuat dapat menyebabkan iritasi. Bila iritasi tersebut menghasilkan peradangan, warna gelap justru dapat semakin terlihat pada sebagian jenis kulit.

Karena itu, penggunaan bahan pencerah dengan konsentrasi tinggi sebaiknya tidak dilakukan sembarangan.

Produk seperti hydroquinone, retinoid tertentu, serta bahan dengan risiko iritasi lebih tinggi sebaiknya digunakan berdasarkan rekomendasi dokter kulit bila memang diperlukan.

Filler Cocok untuk Penyebab Tertentu, Bukan Semua Mata Panda

Bila penyebab utama adalah cekungan bawah mata, produk pencerah mungkin memberikan perubahan sangat kecil.

Tinjauan sistematis mengenai pengobatan periorbital hyperpigmentation menemukan filler jaringan lunak dan pencangkokan lemak mempunyai hasil lebih baik pada lingkaran gelap yang berkaitan dengan kehilangan volume.

Filler digunakan untuk mengisi bagian cekung sehingga bayangan berkurang.

Namun, prosedur di sekitar mata mempunyai risiko dan memerlukan tenaga medis yang memahami anatomi area tersebut.

Hasil juga tidak selalu permanen.

Konsultasi perlu menentukan apakah seseorang memang mempunyai masalah volume, pigmentasi, pembuluh darah, atau kombinasi beberapa faktor sebelum prosedur dilakukan.

Laser dan Chemical Peel Memerlukan Penilaian Dokter

Laser dan chemical peel merupakan pilihan lain yang tersedia pada layanan dermatologi.

Mayo Clinic menyebut laser resurfacing, chemical peel, dan filler dapat digunakan pada kondisi tertentu untuk memperbaiki warna serta struktur bawah mata. Namun, jenis perawatan perlu disesuaikan dengan warna kulit dan penyebab keluhan.

Pada orang dengan kulit cokelat atau gelap, pemilihan laser membutuhkan perhatian lebih karena terdapat risiko perubahan warna kulit setelah tindakan.

Tinjauan sistematis terbaru juga menekankan pemilihan terapi berdasarkan anatomi serta penyebab. Lingkaran akibat pigmentasi tidak ditangani sama dengan cekungan atau kulit yang mulai kendur.

Prosedur sebaiknya dilakukan oleh dokter yang memiliki kompetensi di bidang kulit atau area sekitar mata.

Harga murah atau promosi tidak seharusnya menjadi pertimbangan utama untuk tindakan yang dilakukan dekat dengan mata.

“Perawatan mata panda akan lebih rasional ketika dimulai dari pertanyaan mengenai penyebabnya, bukan dari pertanyaan produk apa yang sedang populer.”

Blepharoplasty Digunakan pada Kantung Mata Tertentu

Pada beberapa orang, masalah utama bukan warna kulit tetapi kantung akibat perubahan jaringan dan lemak di kelopak bawah.

Blepharoplasty merupakan prosedur operasi yang dapat digunakan pada kondisi tertentu untuk mengurangi kelebihan kulit atau lemak di sekitar kelopak.

Mayo Clinic menjelaskan operasi ini dapat membantu pada kantung mata yang menetap, tetapi tetap mempunyai kemungkinan efek samping seperti mata kering, nyeri, pembengkakan, memar, penglihatan kabur, infeksi, serta komplikasi yang lebih jarang.

Karena itu, operasi bukan pilihan pertama untuk mata panda ringan.

Prosedur biasanya dipertimbangkan setelah penilaian struktur wajah dan ketika perubahan jaringan menjadi penyebab utama.

Mata Panda Sebelah Saja Perlu Lebih Diperhatikan

Sebagian besar lingkaran gelap yang umum muncul pada kedua mata.

Bila perubahan hanya muncul pada satu sisi, terutama jika semakin jelas dari waktu ke waktu, pemeriksaan tenaga kesehatan dianjurkan.

Mayo Clinic menyarankan seseorang berkonsultasi bila perubahan bawah mata hanya terjadi pada satu sisi dan terus memburuk.

Cleveland Clinic memberikan anjuran serupa untuk lingkaran atau pembengkakan yang hanya terjadi pada satu mata.

Pemeriksaan juga sebaiknya dilakukan bila terdapat gangguan penglihatan, nyeri, iritasi berat, sakit kepala, pembengkakan besar, atau ruam.

Mayo Clinic menyebut kondisi medis seperti alergi, infeksi, penyakit tiroid, gangguan ginjal, serta penyakit jaringan tertentu dapat berhubungan dengan pembengkakan bawah mata pada kasus tertentu.

Kebiasaan Sederhana Bisa Dimulai dari Tidur dan Perlindungan Matahari

Untuk mata panda ringan tanpa gejala lain, perawatan dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana.

Tidur yang cukup menjadi salah satu langkah awal. Cleveland Clinic menyarankan setidaknya sekitar tujuh jam tidur per malam untuk membantu mengurangi bayangan yang berhubungan dengan kurang tidur.

Kompres dingin dapat digunakan ketika terdapat pembengkakan.

Paparan matahari dapat dikurangi dengan tabir surya wajah yang sesuai serta kacamata. Kebiasaan menggosok mata perlu dihentikan, terutama bila terdapat alergi atau rasa gatal.

Asupan cairan juga perlu dijaga. Merokok sebaiknya dihentikan, sementara konsumsi alkohol berlebihan perlu dibatasi.

Bila alergi menjadi pemicu, pengobatan yang sesuai dapat membantu mengurangi penyumbatan hidung dan lingkaran gelap yang menyertainya. Cleveland Clinic menyebut allergic shiners biasanya membaik setelah alergi yang mendasarinya tertangani.

Mata panda yang menetap meskipun kebiasaan hidup sudah diperbaiki tidak selalu menunjukkan ada sesuatu yang salah dengan tubuh. Pada sebagian orang, karakter tersebut memang berasal dari pigmentasi, keturunan, bentuk tulang wajah, ketebalan kulit, atau perubahan jaringan seiring usia. Pemeriksaan dokter kulit dapat membantu menentukan jenisnya sebelum seseorang mengeluarkan biaya untuk berbagai krim maupun tindakan yang belum tentu sesuai.