Jangan Salah Taruh Telur di Kulkas, Begini Cara Menjaganya Tetap Segar Telur menjadi salah satu bahan pangan yang hampir selalu ada di dapur rumah tangga Indonesia. Harganya relatif mudah dijangkau, mudah diolah, dan dapat masuk ke banyak menu harian, mulai dari sarapan sederhana, lauk cepat, kue, roti, sampai hidangan keluarga. Namun, kebiasaan menyimpan telur sering dianggap sepele. Banyak orang langsung menaruh telur di rak pintu kulkas, memindahkannya ke wadah terbuka, bahkan mencucinya terlebih dahulu sebelum disimpan. Padahal, cara menyimpan telur sangat berpengaruh pada kesegaran, aroma, mutu, serta keamanan saat dikonsumsi. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat menyarankan telur disimpan segera di kulkas bersih pada suhu 40 derajat Fahrenheit atau sekitar 4 derajat Celsius ke bawah, serta tetap berada dalam karton aslinya untuk menjaga mutu.
Rak Pintu Kulkas Bukan Tempat Terbaik untuk Telur
Banyak kulkas menyediakan rak khusus telur di bagian pintu. Bentuknya terlihat rapi dan mudah dijangkau, sehingga tidak sedikit keluarga menganggap itulah tempat paling tepat untuk menaruh telur. Masalahnya, bagian pintu kulkas merupakan area yang paling sering mengalami perubahan suhu karena selalu terbuka setiap kali kulkas digunakan. Telur yang diletakkan di sana lebih sering terkena udara luar, terutama bila pintu kulkas dibuka cukup lama.
Departemen Pertanian Amerika Serikat menyebut telur sebaiknya disimpan di dalam karton pada rak kulkas, bukan di bagian pintu, karena suhu pada tempat penyimpanan di pintu lebih mudah berubah dibanding bagian dalam kulkas. Perubahan suhu berulang dapat membuat kualitas telur menurun lebih cepat, terutama di rumah yang kulkasnya sering dibuka tutup sepanjang hari.
Bagian Tengah Kulkas Lebih Stabil
Tempat yang lebih aman untuk telur adalah rak bagian tengah atau bagian dalam kulkas yang suhunya lebih stabil. Area ini tidak langsung terkena udara luar setiap kali pintu dibuka. Telur juga lebih terlindung dari perubahan suhu mendadak yang dapat memicu embun pada permukaan cangkang.
Jika kulkas di rumah memiliki ruang terbatas, letakkan karton telur di bagian yang tidak mudah tergeser. Hindari menaruh telur terlalu dekat dengan makanan berbau kuat, makanan basah, atau wadah yang sering dibuka. Telur memiliki pori halus pada cangkang, sehingga penyimpanan yang kurang tepat dapat memengaruhi aroma dan mutu bagian dalamnya.
Simpan Telur dalam Karton Asli
Sebagian orang lebih suka memindahkan telur ke wadah plastik terbuka agar terlihat rapi. Ada pula yang menaruhnya di baki bawaan kulkas. Cara ini memang terlihat lebih tertata, tetapi tidak selalu lebih baik. Karton asli membantu melindungi telur dari benturan, mengurangi penyerapan bau, serta memudahkan pemilik rumah memantau tanggal pembelian atau tanggal kedaluwarsa.
FDA menyarankan telur tetap disimpan dalam karton aslinya dan digunakan dalam waktu tiga minggu untuk mutu terbaik. Karton juga membantu menjaga telur tidak mudah pecah saat kulkas penuh atau saat wadah makanan lain bergeser.
Karton Membantu Menjaga Posisi Telur
Susunan ini mencegah telur saling berbenturan. Ketika telur dipindahkan ke wadah terbuka, risiko retak halus bisa meningkat, terutama jika wadah sering ditarik atau ditumpuk dengan bahan makanan lain.
Retak halus pada cangkang kadang tidak langsung terlihat. Namun, celah kecil dapat menjadi jalur masuk kotoran atau bakteri. Karena itu, menyimpan telur tetap dalam karton adalah cara sederhana untuk mengurangi risiko kerusakan fisik selama berada di kulkas.
Jangan Mencuci Telur Sebelum Masuk Kulkas
Kebiasaan mencuci telur sebelum disimpan cukup sering dilakukan karena permukaan cangkang kadang terlihat kotor. Tujuannya baik, yaitu menjaga kulkas tetap bersih. Namun, mencuci telur lalu menyimpannya dapat membuat permukaan cangkang lembap. Kelembapan ini tidak ideal karena dapat membantu kotoran dan mikroorganisme berpindah lebih mudah pada permukaan telur.
Egg Safety Center menjelaskan bahwa telur dingin yang dibiarkan di suhu ruang dapat berkeringat, dan kondisi lembap seperti itu dapat membantu pertumbuhan bakteri yang berisiko mencemari telur. Prinsip serupa membuat kelembapan pada permukaan cangkang perlu dihindari saat penyimpanan.
Bersihkan Hanya Saat Akan Dipakai
Jika ada noda kecil pada cangkang, bersihkan dengan tisu kering atau kain bersih yang tidak basah. Bila telur harus dicuci karena sangat kotor, sebaiknya lakukan sesaat sebelum dimasak, bukan sebelum disimpan. Setelah dicuci, telur perlu segera diolah agar tidak terlalu lama berada dalam kondisi lembap.
Telur yang sangat kotor, retak, atau berbau sebaiknya tidak dipertahankan. CDC menyarankan membuang telur yang retak atau kotor, serta mencuci tangan dan peralatan yang bersentuhan dengan telur mentah menggunakan sabun dan air.
Suhu Kulkas Harus Benar Benar Dingin
Kulkas yang terasa dingin belum tentu berada pada suhu ideal. Banyak keluarga jarang mengecek suhu kulkas dengan termometer. Padahal, telur membutuhkan suhu rendah yang stabil untuk menjaga mutu dan menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya. Bila suhu kulkas terlalu hangat, telur bisa lebih cepat menurun kualitasnya.
FDA menyarankan penyimpanan telur pada suhu 40 derajat Fahrenheit atau sekitar 4 derajat Celsius ke bawah. Penggunaan termometer kulkas dianjurkan agar suhu dapat dipastikan, bukan hanya ditebak dari rasa dingin saat pintu dibuka.
Jangan Menumpuk Terlalu Padat
Kulkas yang terlalu penuh dapat membuat aliran udara dingin tidak merata. Telur yang tertutup wadah besar atau terjepit di sudut tertentu bisa tidak mendapatkan suhu yang stabil. Karena itu, usahakan masih ada ruang di sekitar karton telur agar udara dingin dapat mengalir.
Menata isi kulkas juga membantu mencegah telur terdesak makanan lain. Hindari menaruh panci berat, botol besar, atau buah keras di atas karton telur. Tekanan dari benda berat dapat meretakkan cangkang, meski retaknya tidak selalu tampak jelas pada pandangan pertama.
Jangan Terlalu Lama Membiarkan Telur di Suhu Ruang
Setelah dibeli, telur sebaiknya segera disimpan di tempat yang aman. Jika telur sudah masuk kulkas, jangan sering dikeluarkan lalu dimasukkan kembali. Perubahan suhu dapat membuat permukaan cangkang lembap. Telur yang lembap lebih rentan mengalami penurunan mutu.
CDC menyarankan makanan mudah rusak segera didinginkan dalam waktu dua jam, atau satu jam bila suhu luar lebih dari 90 derajat Fahrenheit. Meski panduan ini berlaku luas untuk bahan pangan mudah rusak, kebiasaan menunda penyimpanan telur tetap perlu dihindari.
Ambil Telur Secukupnya Saat Memasak
Saat memasak, keluarkan telur sesuai jumlah yang akan digunakan. Hindari mengeluarkan satu karton penuh hanya untuk mengambil satu atau dua butir. Kebiasaan ini membuat telur lain ikut mengalami perubahan suhu tanpa perlu.
Jika sedang membuat kue dan membutuhkan telur pada suhu ruang, keluarkan hanya telur yang diperlukan. Setelah itu, gunakan dalam waktu yang wajar. Jangan membiarkan telur terlalu lama di meja dapur, terutama di dapur yang panas atau dekat kompor.
Pisahkan dari Bahan Mentah yang Berisiko Menetes
Kulkas sering digunakan untuk menyimpan banyak bahan mentah, seperti ayam, ikan, daging, dan sayuran yang masih basah. Telur sebaiknya tidak ditempatkan di bawah bahan mentah yang bisa menetes. Cairan dari daging atau ikan dapat mengotori karton dan permukaan cangkang.
Incredible Egg menyarankan telur mentah bercangkang disimpan dalam karton di bagian utama kulkas, bukan di pintu, serta dijauhkan dari daging yang dapat menetes atau bahan pangan lain yang bisa bersentuhan dengan cangkang.
Gunakan Zona Penyimpanan yang Jelas
Agar lebih aman, atur kulkas dengan zona yang jelas. Bahan mentah berair diletakkan pada rak bawah dalam wadah tertutup. Telur berada di rak tengah atau rak bagian dalam. Makanan matang ditempatkan di wadah tertutup dan tidak bercampur dengan bahan mentah.
Kebiasaan memisahkan makanan seperti ini membantu menjaga kebersihan kulkas. Bila ada cairan tumpah, segera bersihkan dengan kain bersih dan sabun yang sesuai. Kulkas yang bersih membuat telur lebih aman disimpan selama beberapa minggu.
Cek Kondisi Telur Sebelum Disimpan
Sebelum telur masuk kulkas, periksa satu per satu dengan cepat. Telur yang retak, pecah, atau memiliki bau tidak wajar sebaiknya tidak dicampur dengan telur lain. Telur retak memiliki risiko lebih tinggi karena pelindung alaminya sudah rusak.
CDC menyarankan telur yang retak atau kotor dibuang. Anjuran ini penting karena bakteri seperti Salmonella dapat menjadi penyebab penyakit dari telur yang tidak ditangani dengan baik.
Telur Retak Jangan Dibiarkan di Karton
Jika telur retak saat perjalanan pulang, jangan dibiarkan tetap bersama telur lain. Bila retaknya baru terjadi dan isi telur tidak terkena kotoran, sebagian orang memilih langsung mengolahnya sampai matang sempurna. Namun, bila ragu dengan kebersihannya, pilihan paling aman adalah tidak menggunakannya.
Telur yang sudah keluar isi atau menempel pada karton juga perlu segera dibersihkan. Jangan menyimpan cangkang pecah di dalam karton bersama telur utuh. Sisa cangkang dan cairan telur dapat membuat area penyimpanan kotor dan berbau.
Pahami Lama Penyimpanan Telur
Telur memang dapat bertahan cukup lama di kulkas, tetapi tetap memiliki batas mutu terbaik. FDA menyarankan telur dalam karton asli digunakan dalam waktu tiga minggu untuk kualitas terbaik. Sumber keamanan telur lain menyebut telur mentah bercangkang dapat bertahan tanpa kehilangan kualitas berarti sekitar empat sampai lima minggu dari tanggal pengemasan atau sekitar tiga minggu setelah dibawa pulang, asalkan tetap disimpan dingin dengan benar.
Batas waktu ini membantu keluarga mengatur pembelian. Membeli telur terlalu banyak hanya karena harga sedang murah bisa membuat sebagian telur tersimpan terlalu lama. Jika konsumsi rumah tangga tidak tinggi, membeli dalam jumlah sedang lebih aman dan membantu menjaga mutu.
Terapkan Urutan Pemakaian
Gunakan telur yang lebih lama dibeli terlebih dahulu. Cara ini sering disebut sebagai prinsip masuk pertama, keluar pertama. Letakkan karton lama di posisi lebih depan, sementara karton baru berada di belakang. Dengan begitu, telur tidak tertinggal terlalu lama di kulkas.
Beri catatan tanggal pembelian pada karton jika perlu. Catatan kecil ini membantu keluarga yang sering membeli telur dari pasar, warung, atau toko yang tidak selalu mencantumkan tanggal jelas pada kemasan.
Telur Rebus Punya Batas Simpan Berbeda
Telur rebus tidak bisa diperlakukan sama seperti telur mentah bercangkang. Setelah direbus, lapisan pelindung alami pada cangkang dapat berubah, sehingga masa simpannya lebih pendek. Telur rebus juga sering sudah bersentuhan dengan tangan, air, piring, atau wadah lain setelah matang.
FDA menyebut telur matang rebus, baik masih bercangkang maupun sudah dikupas, sebaiknya digunakan dalam waktu satu minggu setelah dimasak. Telur rebus perlu disimpan di kulkas setelah dingin dan tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruang.
Simpan Telur Rebus dalam Wadah Tertutup
Telur rebus sebaiknya ditempatkan dalam wadah tertutup agar tidak menyerap bau kulkas. Jika sudah dikupas, wadah tertutup menjadi lebih penting karena bagian putih telur langsung terbuka. Beri label tanggal bila memasak telur rebus dalam jumlah banyak untuk bekal beberapa hari.
Hindari mencampur telur rebus dengan telur mentah dalam satu wadah. Selain membingungkan, cara ini juga kurang rapi dari sisi kebersihan. Pisahkan sejak awal agar anggota keluarga mudah mengambil sesuai kebutuhan.
Perhatikan Aroma dan Tampilan Saat Akan Memakai Telur
Sebelum dimasak, pecahkan telur di mangkuk kecil terlebih dahulu, terutama bila telur sudah cukup lama disimpan. Cara ini membantu memastikan telur tidak berbau busuk sebelum tercampur dengan bahan makanan lain. Telur yang masih baik umumnya tidak memiliki aroma menyengat.
Jika telur mengeluarkan bau tidak sedap, warnanya tidak wajar, atau teksturnya terlihat mencurigakan, jangan digunakan. Keamanan pangan lebih penting daripada memaksakan satu butir telur demi menghindari rasa sayang.
Jangan Mengandalkan Tes Apung Saja
Sebagian orang memakai tes apung untuk menilai usia telur. Telur yang mengapung sering dianggap sudah tua karena kantong udaranya membesar. Namun, tes ini tidak selalu cukup untuk memastikan keamanan. Telur bisa saja sudah lama tetapi belum tentu busuk, atau terlihat tenggelam tetapi tetap perlu diperiksa aroma dan kebersihannya.
Cara paling aman adalah menggabungkan beberapa langkah, yaitu memperhatikan tanggal pembelian, kondisi cangkang, cara penyimpanan, aroma saat dipecahkan, dan memasaknya sampai matang sesuai jenis hidangan.
Masak Telur Sampai Matang untuk Mengurangi Risiko
Penyimpanan yang baik perlu dilanjutkan dengan pengolahan yang benar. Telur yang dimasak sampai matang membantu menurunkan risiko penyakit bawaan pangan. Makanan berbahan telur mentah atau setengah matang perlu lebih diperhatikan, terutama untuk anak kecil, ibu hamil, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.
CDC mengingatkan bahwa telur dapat terkontaminasi Salmonella, sehingga penanganan dan pemasakan yang aman diperlukan. Mereka juga menyarankan mencuci tangan, peralatan, meja, piring, dan talenan yang bersentuhan dengan telur mentah menggunakan sabun dan air.
Pisahkan Alat untuk Telur Mentah dan Makanan Matang
Saat memasak, jangan menggunakan sendok atau piring bekas telur mentah untuk menyentuh makanan matang tanpa dicuci. Hal kecil seperti ini sering terlupakan ketika dapur sedang sibuk. Telur mentah yang menempel pada alat makan dapat berpindah ke makanan siap santap.
Gunakan mangkuk khusus untuk memecahkan telur, lalu segera cuci setelah selesai. Jika ada percikan telur mentah di meja dapur, bersihkan segera. Dapur yang bersih membantu menjaga keamanan makanan keluarga.
Kulkas Bersih Membuat Telur Lebih Aman
Telur yang disimpan dengan benar tetap membutuhkan lingkungan kulkas yang bersih. Tumpahan kuah, sayur busuk, buah terlalu matang, atau makanan basi dapat memengaruhi aroma kulkas. Telur yang berada di dalam karton memang lebih terlindung, tetapi kebersihan kulkas tetap harus dijaga.
Periksa isi kulkas secara berkala. Buang makanan yang sudah rusak, lap rak yang terkena tumpahan, dan pastikan tidak ada bahan mentah terbuka. Kulkas yang tertata membantu suhu bekerja lebih baik dan mengurangi risiko pencemaran silang.
Jangan Menaruh Telur Dekat Makanan Berbau Tajam
Bawang potong, durian, ikan asin, sambal terbuka, atau makanan berbumbu kuat sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat. Aroma kuat dari makanan lain dapat memenuhi ruang kulkas. Telur yang disimpan di karton lebih terlindung, tetapi tetap lebih baik bila dijauhkan dari sumber bau tajam.
Jika kulkas sering berbau, bersihkan bagian dalamnya dan cek makanan yang menjadi sumber aroma. Menjaga aroma kulkas tetap netral membantu telur dan bahan pangan lain terasa lebih segar saat digunakan.
Membeli Telur Juga Perlu Cermat
Cara menyimpan telur dimulai sejak membeli. Pilih telur dengan cangkang utuh, tidak retak, tidak terlalu kotor, dan tidak berbau. Bila membeli di toko modern, pilih telur dari tempat yang terawat. Bila membeli di pasar, pastikan pedagang menyimpan telur di tempat kering dan tidak terkena panas langsung.
FDA menyarankan konsumen membeli telur hanya jika dijual dari lemari pendingin atau wadah dingin pada tempat yang menerapkan pendinginan, lalu segera menyimpannya di kulkas setelah sampai rumah.
Hindari Menaruh Telur di Bagasi Panas Terlalu Lama
Setelah belanja, jangan meninggalkan telur terlalu lama di mobil yang panas. Suhu tinggi dapat mempercepat penurunan mutu. Jika jarak pulang cukup jauh, letakkan telur di bagian kendaraan yang lebih sejuk dan tidak tertindih barang lain.
Sesampainya di rumah, segera periksa kondisi telur dan masukkan ke kulkas. Kebiasaan menunda karena ingin membereskan barang lain terlebih dahulu bisa membuat telur lebih lama berada pada suhu ruang, terutama saat cuaca sedang panas.
Kebiasaan Kecil yang Membuat Telur Lebih Segar
Menaruh telur di kulkas bukan hanya soal memasukkan karton ke ruang dingin. Ada beberapa kebiasaan kecil yang menentukan hasilnya. Simpan telur di rak dalam, tetap dalam karton, jangan dicuci sebelum disimpan, jauhkan dari bahan mentah berisiko menetes, jaga suhu kulkas, dan gunakan telur lama lebih dulu.
Kebiasaan tersebut mudah dilakukan, tetapi sering diabaikan karena telur dianggap bahan pangan biasa. Padahal, telur termasuk bahan yang harus ditangani dengan bersih sejak dibeli sampai dimasak. Dengan penyimpanan yang tepat, telur bisa tetap segar lebih lama, dapur lebih aman, dan keluarga lebih tenang saat mengolahnya setiap hari.
Tanda Telur Perlu Segera Digunakan
Telur yang sudah mendekati batas waktu simpan sebaiknya segera diolah menjadi makanan matang. Gunakan untuk telur dadar, telur rebus, campuran adonan, atau lauk harian. Jangan menunggu sampai muncul bau tidak sedap baru menyadari telur terlalu lama tersimpan.
Jika jumlah telur di rumah masih banyak, buat rencana menu beberapa hari. Telur bisa diolah menjadi lauk sederhana, isian roti, campuran nasi goreng, atau pelengkap sayur. Dengan perencanaan yang rapi, telur tidak menumpuk terlalu lama di kulkas dan tetap digunakan saat mutunya masih baik.






