Wajah Baru Layanan Ibu dan Anak Siloam TB Simatupang dalam Satu Area

Kesehatan58 Views

Wajah Baru Layanan Ibu dan Anak Siloam TB Simatupang dalam Satu Area Siloam Hospitals TB Simatupang memperkenalkan wajah baru layanan Mom and Child dengan menyatukan pelayanan ibu, kehamilan, persalinan, bayi, dan anak dalam susunan yang lebih terintegrasi. Pengembangan ini tidak hanya terlihat dari pembaruan ruangan, tetapi juga dari penempatan poliklinik yang saling berdekatan, ketersediaan dokter subspesialis, dukungan pemeriksaan laboratorium, serta ruang rawat inap khusus ibu dan anak.

Layanan rawat jalan obstetri dan ginekologi bersama pediatri ditempatkan di lantai 5. Sementara itu, lantai 12 digunakan untuk ruang rawat inap khusus ibu dan anak. Penataan tersebut dirancang agar keluarga tidak harus berpindah terlalu jauh ketika memerlukan konsultasi dari bidang medis yang saling berkaitan.

Pembaruan layanan diperkenalkan berdekatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026. Siloam Hospitals TB Simatupang membawa tema “Growing Together, From First Heartbeats to First Steps”, yang menggambarkan pendampingan sejak denyut jantung janin mulai terdeteksi sampai anak memasuki tahap awal pertumbuhan.

Pelayanan Ibu dan Anak Disatukan dalam Jalur yang Lebih Ringkas

Keluarga yang datang ke rumah sakit sering membutuhkan lebih dari satu layanan. Seorang ibu hamil dapat memerlukan dokter kandungan, pemeriksaan laboratorium, dokter gizi, anestesi, dokter anak, hingga konseling menyusui. Setelah bayi lahir, kebutuhan kemudian berpindah menuju pemantauan kesehatan bayi, imunisasi, penilaian nutrisi, dan skrining pertumbuhan.

Dalam pola pelayanan yang terpisah, pasien harus mendatangi beberapa lantai, ruang pendaftaran, atau jadwal berbeda. Susunan baru Mom and Child mencoba memperpendek perjalanan tersebut dengan menempatkan poli obstetri dan ginekologi dekat dengan poli pediatri.

Executive Director Siloam Hospitals, Mada Shinta Dewi, menjelaskan layanan tersebut mencakup dokter spesialis dan subspesialis ibu serta anak yang didukung dokter dari bidang lain di area berdekatan. Rumah sakit menyatakan tenaga medis disiapkan untuk melayani keluarga setiap hari sesuai jadwal dan kebutuhan pasien.

Penyatuan lokasi juga memudahkan komunikasi ketika seorang bayi memerlukan penilaian dokter anak segera setelah persalinan. Dokter kandungan, dokter anak, anestesi, bidan, dan perawat dapat menyusun perawatan dalam satu alur yang lebih mudah dipahami keluarga.

“Layanan terpadu baru bernilai ketika keluarga benar benar merasakan perpindahan yang lebih singkat, informasi yang tidak saling bertentangan, dan keputusan medis yang dibicarakan oleh tim.”

Lantai Lima Menjadi Pusat Rawat Jalan Keluarga

Area lantai 5 menjadi bagian paling terlihat dari pembaruan ini. Poliklinik anak serta obstetri dan ginekologi ditempatkan dalam kawasan yang sama, sehingga ibu dapat melakukan pemeriksaan kehamilan sekaligus memperoleh informasi mengenai perawatan bayi setelah dilahirkan.

Penataan tersebut juga membantu keluarga yang telah mempunyai lebih dari satu anak. Orang tua yang membawa bayi untuk imunisasi dapat menjadwalkan pemeriksaan kesehatan ibu tanpa harus mengunjungi bagian rumah sakit yang berjauhan.

Area tunggu tidak hanya dirancang untuk orang dewasa. Rumah sakit memperkenalkan ruang ramah anak dengan permainan edukatif interaktif berbasis augmented reality. Permainan dapat diakses melalui peramban menggunakan gawai milik orang tua, sehingga anak tidak perlu bergantian memegang perangkat bersama yang disediakan rumah sakit.

Menurut pihak rumah sakit, durasi permainan dibuat singkat dengan akses yang tetap memperhatikan keamanan. Penggunaan telepon masing masing keluarga juga dipilih untuk mengurangi pertukaran alat permainan di area pelayanan medis.

Fasilitas semacam ini dapat membantu mengurangi kebosanan anak selama menunggu. Namun, permainan digital tetap tidak menggantikan kebutuhan akan antrean yang tertib, waktu konsultasi yang cukup, serta penjelasan dokter yang sesuai usia anak.

Nursing Area Memberi Ruang bagi Ibu Menyusui

Siloam TB Simatupang turut menyediakan nursing area untuk mendukung ibu yang perlu menyusui, memerah ASI, atau menenangkan bayi. Keberadaan ruang tersebut penting karena kunjungan rumah sakit dapat berlangsung cukup lama, terutama ketika keluarga menjalani konsultasi, pemeriksaan penunjang, dan pengambilan obat.

Nursing area membutuhkan privasi, kebersihan, tempat duduk yang nyaman, serta ruang untuk meletakkan perlengkapan bayi. Fasilitas tersebut juga perlu mudah ditemukan tanpa membuat ibu harus bertanya kepada banyak petugas.

Penyediaan ruang menyusui sejalan dengan upaya menghadirkan pelayanan yang berpusat pada keluarga. Ibu tidak dipaksa menyusui di lorong, toilet, atau sudut ruang tunggu yang ramai.

Mada Shinta Dewi menyatakan fasilitas ramah anak dan nursing area disiapkan agar kunjungan ibu serta keluarga berlangsung lebih nyaman. Rumah sakit berharap konsep baru ini membuat layanan Mom and Child menjadi pilihan bagi keluarga yang memerlukan pemeriksaan rutin maupun perawatan lanjutan.

Tim Kandungan Didukung Sejumlah Subspesialis

Kepala Staf Medis Fungsional Obstetri dan Ginekologi Siloam Hospitals TB Simatupang, dr Natassa Zefanya Darsana, SpOG, menjelaskan timnya tidak hanya terdiri dari dokter obstetri dan ginekologi umum.

Pelayanan juga didukung dokter subspesialis fetomaternal, onkologi ginekologi, serta fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi. Susunan tersebut memungkinkan pasien memperoleh penilaian sesuai persoalan yang sedang dihadapi, mulai dari pemeriksaan kehamilan rutin hingga kondisi yang membutuhkan pengawasan lebih khusus.

Subspesialis fetomaternal menangani penilaian kehamilan yang membutuhkan pemeriksaan lebih mendalam terhadap kesehatan ibu dan janin. Layanan fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi berkaitan dengan gangguan kesuburan serta fungsi hormon reproduksi. Onkologi ginekologi menangani dugaan maupun diagnosis keganasan pada organ reproduksi perempuan.

Ketersediaan berbagai bidang dalam satu rumah sakit dapat mengurangi kebutuhan rujukan keluar apabila dokter menemukan kondisi yang membutuhkan keahlian berbeda. Meski demikian, keputusan pemeriksaan dan rujukan tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan medis masing masing pasien.

USG Fetomaternal Mendukung Pemeriksaan Kehamilan Lanjutan

Salah satu fasilitas diagnostik yang disiapkan adalah USG fetomaternal. Pemeriksaan ini digunakan ketika dokter membutuhkan penilaian lebih terperinci mengenai kondisi janin, plasenta, cairan ketuban, pertumbuhan, maupun sejumlah risiko kehamilan.

Tidak semua ibu hamil otomatis memerlukan rangkaian pemeriksaan yang sama. Dokter akan mempertimbangkan usia kehamilan, riwayat kesehatan, hasil pemeriksaan sebelumnya, pertumbuhan janin, serta keluhan ibu.

Dr Natassa menyampaikan bahwa pemeriksaan laboratorium dan USG fetomaternal menjadi bagian dari dukungan layanan obstetri. Pendampingan juga tidak berhenti setelah bayi lahir karena kesehatan perempuan tetap perlu diperiksa selama masa pemulihan dan tahap kehidupan berikutnya.

Pendekatan tersebut menempatkan persalinan sebagai salah satu bagian perjalanan kesehatan perempuan, bukan garis akhir pelayanan. Keluhan setelah melahirkan, pemulihan luka, perdarahan, tekanan darah, kontrasepsi, kesehatan payudara, dan kondisi psikologis tetap memerlukan perhatian.

Pemeriksaan TEG Memperkuat Penilaian Pembekuan Darah

Fasilitas lain yang disorot dalam layanan Mom and Child adalah Thromboelastography atau TEG. Alat ini digunakan untuk menilai proses pembekuan darah secara lebih menyeluruh melalui pengamatan pembentukan, kekuatan, dan pelarutan bekuan.

Siloam Hospitals TB Simatupang telah memperkenalkan TEG sejak Desember 2025. Dalam siaran persnya, rumah sakit menyebut fasilitas tersebut sebagai layanan TEG di rumah sakit swasta pertama di Jakarta. Teknologi ini digunakan untuk mendukung pelayanan kardiovaskular, perawatan intensif, serta obstetri dan ginekologi.

Pada kehamilan berisiko tinggi, kondisi pembekuan darah perlu dinilai secara hati hati. Rumah sakit menjelaskan TEG dapat membantu dokter membedakan perubahan pembekuan yang masih sesuai keadaan kehamilan dengan gangguan yang berkaitan dengan kondisi seperti preeklamsia.

TEG bukan pemeriksaan rutin untuk seluruh ibu hamil. Penggunaannya ditentukan dokter berdasarkan keadaan pasien, risiko perdarahan, rencana tindakan, hasil tes lain, dan kebutuhan pemantauan terapi.

Pengujian viskoelastik seperti thromboelastography juga dapat membantu penilaian gangguan pembekuan pada perdarahan obstetri tertentu. Namun, hasilnya tetap harus ditafsirkan bersama pemeriksaan klinis dan laboratorium lain, bukan digunakan sebagai satu satunya dasar keputusan.

Pelayanan Anak Tidak Hanya Menunggu Pasien Sakit

Dokter spesialis anak Siloam Hospitals TB Simatupang, dr Jessica Sugiarto, SpA, menekankan bahwa pelayanan pediatri tidak hanya berisi pengobatan ketika anak mengalami demam, batuk, infeksi, atau keluhan lain.

Tim pediatri juga diarahkan pada pencegahan penyakit melalui vaksinasi, pemantauan nutrisi, dan skrining pertumbuhan. Anak diperiksa sejak dilahirkan, kemudian dipantau selama masa bayi hingga bertambah besar.

Skrining tumbuh kembang diperlukan untuk melihat perubahan fisik, kemampuan bergerak, bahasa, perilaku, interaksi sosial, serta kecukupan nutrisi. Penilaian dilakukan berdasarkan usia dan riwayat kesehatan, bukan hanya dengan membandingkan seorang anak dengan saudara atau teman sebayanya.

Dokter juga membutuhkan keterlibatan keluarga. Pola makan, tidur, aktivitas, kebersihan, pola pengasuhan, dan keadaan rumah ikut memengaruhi kesehatan anak.

Dr Jessica mengajak keluarga membawa anak untuk pelayanan pencegahan, bukan hanya ketika sudah sakit. Pemeriksaan berkala memberi kesempatan menemukan keterlambatan pertumbuhan, persoalan nutrisi, atau kebutuhan vaksin sebelum keluhan menjadi lebih berat.

Paket Vaksinasi Dibagi Berdasarkan Kelompok Usia

Layanan Mom and Child menyediakan paket vaksinasi untuk anak berusia 0 sampai 6 bulan, 6 sampai 12 bulan, serta 12 sampai 24 bulan. Pembagian tersebut mengikuti kebutuhan imunisasi yang berubah seiring pertambahan usia.

Paket dapat membantu orang tua merencanakan kunjungan, tetapi jadwal setiap anak tetap perlu diperiksa oleh dokter. Riwayat kelahiran, penyakit, vaksin yang telah diterima, keterlambatan jadwal, dan kondisi khusus dapat membuat susunan imunisasi berbeda.

Orang tua sebaiknya membawa buku kesehatan atau catatan vaksin ketika berkunjung. Informasi itu membantu tenaga kesehatan menghindari pengulangan yang tidak diperlukan dan menentukan vaksin berikutnya.

Biaya paket, merek vaksin, tindakan yang termasuk, kebijakan penggantian jadwal, serta kemungkinan biaya konsultasi tambahan juga perlu ditanyakan sejak awal. Kejelasan tersebut membantu keluarga memahami pelayanan yang diterima dan menghindari perbedaan informasi ketika datang kembali.

Ruang Rawat Inap Ibu dan Anak Berada di Lantai Dua Belas

Setelah menjalani pemeriksaan di lantai 5, pasien yang membutuhkan perawatan dapat ditempatkan di lantai 12. Area tersebut dikhususkan bagi pasien ibu dan anak, termasuk kebutuhan perawatan persalinan serta pemantauan setelah tindakan.

Pemisahan ruang rawat dapat membantu rumah sakit menyesuaikan fasilitas dengan kebutuhan keluarga. Ibu setelah melahirkan membutuhkan privasi, bantuan menyusui, pemantauan perdarahan, pengendalian nyeri, dan kesempatan beristirahat.

Bayi membutuhkan pemeriksaan suhu, pola minum, berat badan, tanda infeksi, dan kemampuan bernapas. Anak yang lebih besar memerlukan pendekatan komunikasi yang berbeda agar tidak semakin takut selama menjalani perawatan.

Hubungan antara lantai rawat jalan dan rawat inap harus didukung pencatatan medis yang baik. Informasi dari dokter poli perlu tersedia bagi tim rawat inap agar keluarga tidak berulang kali menyampaikan riwayat yang sama.

Program Maternity Melanjutkan Layanan Nest

Wajah baru Mom and Child tidak dibangun dari awal. Pada Mei 2023, Siloam TB Simatupang telah meluncurkan program kehamilan Nest yang mendampingi pasangan sejak persiapan kehamilan sampai masa setelah persalinan.

Program tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan calon orang tua, pemantauan ibu dan janin, skrining laboratorium, senam hamil, senam nifas, kelas laktasi, edukasi perawatan bayi, konseling nutrisi, dan penjelasan mengenai tanda bahaya kehamilan.

Setelah persalinan, layanan Nest juga menawarkan konsultasi gizi, kunjungan dokter kandungan dan dokter anak, pembelajaran nutrisi bagi ibu menyusui, edukasi kontrasepsi, serta home care untuk perawatan tali pusat, memandikan bayi, pijat bayi, dan pengelolaan laktasi.

Pembaruan Mom and Child pada 2026 memperluas pendekatan tersebut dengan menyatukan poli ibu dan anak dalam satu area serta menambahkan fasilitas ramah anak, nursing area, paket vaksinasi, dan penguatan pemeriksaan diagnostik.

Pelayanan Terpadu Harus Terlihat dalam Komunikasi Tim

Konsep satu area belum otomatis membuat pelayanan berjalan terpadu. Integrasi membutuhkan komunikasi antardokter, catatan kesehatan yang dapat dibaca tim terkait, jadwal pemeriksaan yang tersusun, dan petugas yang membantu keluarga memahami langkah berikutnya.

WHO menempatkan kesinambungan pelayanan ibu, bayi, dan anak sebagai rangkaian sejak sebelum kehamilan, persalinan, periode segera setelah melahirkan, hingga masa kanak kanak. Pelayanan yang saling terhubung membantu pasien berpindah dari satu tahap ke tahap lain tanpa kehilangan informasi penting.

Sebagai contoh, dokter kandungan perlu mengetahui apabila bayi diperkirakan memerlukan penanganan khusus. Dokter anak perlu menerima informasi mengenai perjalanan kehamilan dan persalinan. Konselor laktasi perlu mengetahui kondisi ibu serta bayi sebelum memberikan saran.

Koordinasi juga dibutuhkan dalam keadaan darurat. Ketika muncul perdarahan, tekanan darah tinggi, gangguan janin, atau bayi mengalami kesulitan bernapas, jalur pemanggilan dokter dan pemindahan pasien harus berjalan cepat.

“Ruangan yang berdekatan dapat mempercepat perjalanan pasien, tetapi kualitas layanan tetap ditentukan oleh ketepatan keputusan, kesiapan tim, dan keterbukaan informasi kepada keluarga.”

Kenyamanan Tidak Boleh Mengalahkan Kejelasan Medis

Desain hangat, permainan digital, ruang menyusui, serta kamar rawat yang nyaman dapat memperbaiki pengalaman keluarga. Namun, rumah sakit tetap perlu memastikan bahwa unsur kenyamanan berjalan bersama keselamatan pasien.

Setiap paket kesehatan harus menjelaskan layanan yang termasuk, tindakan yang memerlukan biaya tambahan, pilihan dokter, kemungkinan perubahan jadwal, dan prosedur apabila terjadi kondisi darurat.

Pasien juga berhak mengetahui alasan pemeriksaan laboratorium, USG lanjutan, tindakan persalinan, pemberian obat, atau perawatan bayi. Penjelasan perlu disampaikan dalam bahasa yang mudah dipahami tanpa membuat keluarga merasa terburu buru mengambil keputusan.

Pengalaman salah satu pasien maternity, Harly Valentina, menggambarkan kesinambungan tersebut. Ia mengaku menjalani pemeriksaan kehamilan dan persalinan di Siloam TB Simatupang, kemudian melanjutkan pemeriksaan anak sampai berusia lebih dari dua tahun. Keluarganya juga menggunakan layanan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan berkala.

Wajah Baru Diuji melalui Pengalaman Setiap Keluarga

Hospital Director Siloam Hospitals TB Simatupang, dr Dewi Wiguna, MSc, menyatakan keberhasilan pelayanan tidak hanya diukur melalui kesembuhan, tetapi juga melalui kepercayaan keluarga yang memilih tumbuh bersama rumah sakit. Ia menekankan pelayanan klinis perlu berjalan dengan suasana hangat serta berpusat pada pasien dan keluarga.

Pelaksanaan sehari hari akan menjadi ukuran sebenarnya. Keluarga akan menilai kemudahan pendaftaran, ketepatan jadwal, waktu tunggu, kebersihan ruang, kejelasan biaya, ketersediaan dokter, respons dalam keadaan darurat, dan kualitas komunikasi petugas.

Rumah sakit juga perlu memastikan layanan terpadu tidak hanya mudah diakses oleh pasien yang mengambil paket tertentu. Informasi mengenai asuransi, perusahaan penjamin, rujukan, serta pilihan pembayaran perlu diberikan secara terbuka.

Dengan poli ibu dan anak di lantai 5, ruang rawat inap khusus di lantai 12, dukungan dokter subspesialis, USG fetomaternal, laboratorium TEG, vaksinasi, skrining pertumbuhan, nursing area, dan permainan edukatif, Siloam TB Simatupang membawa pelayanan keluarga ke dalam satu jalur yang lebih terhubung. Nilainya akan terlihat ketika ibu memperoleh pendampingan sejak kehamilan, bayi ditangani segera setelah lahir, dan anak terus dipantau tanpa terputus oleh perpindahan layanan yang rumit.